22 Agustus 2020

Lyceum, Komunitas dan Perpustakaan untuk Masyarakat


Belakangan jika teman-teman sosial media saya perhatikan kegiatan saya saat ini sedang sering-seringnya mengadakan perpustakaan keliling dengan nama Lyceum. Kegiatan saya ini dilakukan bersama teman-teman komunitas untuk meningkatkan tingkat literasi di kalangan masyarakat. 

Tentu kegiatan ini bukanlah gagasan baru. Ada banyak perpustakaan keliling di sekitar Tangerang Raya ini dan digerakan oleh anak-anak muda sejak SMA, mahasiswa, atau yang sudah berusia tua. Tapi saya rasa perpustakaan yang menyajikan tempat diskusi, dialog, dan mampu menjadi wadah untuk menciptakan pengetahuan itu sendiri, saya rasa belum ada.

Awal Mula Lyceum dan Perpustakaan

Inisiator pertama Lyceum adalah saya pribadi yang resah dengan tingkat membaca yang rendah di Tangerang. Sebenarnya saya pribadi sudah lama ingin melakukan kegiatan perpustakaan keliling ini, hingga Juli kemarin saya bulatkan tekat untuk mewujudkannya (selain karena lagi nganggur ya).

Kemudian saya menyerukan selembaran akan melakukan kegiatan ini di sosial media seperti Twitter, Instagram, Facebook, bahkan LinkedIn! Tak menyangka ternyata banyak yang tertarik untuk membagikan, mendonasi, dan ada yang bergabung menjadi bagian komunitas.

Rekan-rekan saya dalam komunitas Lyceum (atas: Fattah sedang membacakan cerita untuk anak-anak. bawah: Mario menyeduhkan kopi gratis untuk momen #MembacaMerdeka)



Sejak debut (ciah debut ga tuh) pertama kami di akhir Juli, banyak media alternatif dan influencer yang ikut membantu eksposur keberadaan kami agar mendapat donasi dari publik. Beberapa di antaranya adalah Logos, Humane Magazine, dan Schole ID.

Athens Lyceum dan Tangerang Lyceum

Maka bersama teman-teman, kami menggerakan komunitas Lyceum ini dan terinspirasi dengan Lyceum yang didirikan oleh Aristoteles 24 abad yang lalu dan kami sesuaikan dengan konteksnya dengan zaman sekarang.

Jika pada zaman Aristoteles Lyceum digunakan sebagai sekolah peripatetic (pengikut Aristoteles yang belajar darinya sambil jalan-jalan keliling sekitar), maka Lyceum kami benar-benar jalan-jalan dan keliling sekitar di lingkup Tangerang Raya. 

Saya bersama anak-anak setempat.

Jika Lyceum menjadi sarana Aristoteles membagikan ilmu dan pemahaman yang didapatnya dari Plato dan umumnya filsafat, Lyceum kami bebas untuk menyampaikan pikiran dari ideologi manapun untuk dibagikan, dan menyajikan bacaan-bacaan lintas ideologi serta ilmu apapun.

Bikin Haru

Selama melakukan kegiatan perpustakaan keliling banyak hal yang membuat saya terharu. Tak menyangka, ternyata ada banyak peminat pembaca selama kami keliling Tangerang Raya untuk membaca dari segala usia. Mulai dari anak-anak yang buta huruf dan ingin belajar membaca, hingga orang tua yang cinta membaca.

Jujur saja, para pembaca yang berkunjung pada kami, terutama anak-anak sangat antusias dengan bacaan-bacaan kami dan ingin belajar bersama kami.

perpustakaan keliling Lyceum di jembatan kaca
Dokumentasi kegaitan perpustakaan keliling Lyceum.

perpustakaan keliling Lyceum di jembatan kaca

perpustakaan keliling Lyceum di jembatan kaca

Mereka mengakui bahwa diri mereka suka membaca, tapi buku adalah produk yang mahal untuk dibeli. Selaras dengan pengalaman narasumber saya saat liputan Bulukumba 2 tahun yang lalu, seorang akademisi yang membuka sanggar baca di kampung halamannya yang dicap buruk, Ahmad Sahide. 

Tapi di sini bukan berarti kami merasa sok paling pintar atau sumber pengetahuan, di sini kami adalah wadah. Kami sama-sama tidak pintar dan ingin belajar dari orang lain yang bersedia berkunjung untuk nongkrong di lapak kami dan memberikan ilmu.

Join Us!

Sampai saat ini, kami hanya berisi 4 anggota komunitas (Saya, Mario, Fattah, dan Annisa) dan tentunya kami terbuka untuk siapapun untuk berpartisipasi dengan kegiatan kami. Keuntungannya tentu bisa menambah dan bertukar wawasan, terutama menyumbangkan pengetahuannya kepada yang kurang terliterasi. 

Keuntungan lainnya juga kamu bisa pinjam buku di perpustakaan Lyceum untuk dibawa pulang dengan waktu berjangka.

Jika ingin ikut membantu dengan donasi buku, uang, dan lainnya, kamu bisa hubungi akun sosial media Lyceum yang ada di Instagram, Twitter, dan Facebook.

Atau mungkin kamu punya saran tempat yang bisa untuk kami kunjungi di kawasan Tangerang Raya untuk kami melapak? Silahkan komentar di bawah postingan ini, ya!