23 Januari 2020

Game Mobile Ringan yang Bisa Dinikmati Selama Traveling

gambar header postingan dengan judul, berlatar belakang gambar seseorang yang sedang gabut di hammock.

Beberapa dari traveler pasti memiliki game mobile berkapasitas ringan untuk mencari hiburan. Pastinya akan dimainkan di saat sedang lowong tanpa ada kegiatan selama traveling, seperti menunggu kedatangan kereta. Memiliki game berkapasitas besar kadang-kadang memakan penyimpanan berat hingga untuk membuka aplikasi-aplikasi keperluan traveling terkadang menjadi lemot, atau malah bisa force close.

Walaupun game-game besar dinikmati banyak orang hingga bisa membangun chemistry dengan orang lain, tapi jika kegiatan traveling mendadak tentu akan sungkan untuk AFK (away from keyboard) secara tiba-tiba.

Nah, inilah beberapa game mobile yang ramah kapasitas untuk ponsel kamu selama traveling.

Baca Juga: Lagu yang Pas untuk Menemani Traveling

Brain Out, Brain Test dan Stump Me

Sumber: Malavida

Tiga permainan mobile ini cocok buat kamu yang suka berpikir kreatif dan kritis. Bisa mengasah perspektif lain dalam berpikir dan berperilaku. Meskipun begitu, sebenarnya ketiga game mobile tersebut bisa mengasah emosi kamu, karena jawaban-jawabannya yang bisa jadi tidak diduga.

Stately

Sumber: Screenshot pribadi

Buat kamu traveler yang melek dalam dunia politik dan hukum, mungkin game mobile ini bisa kamu download untuk menemani perjalananmu.

Game ini mengatur negara dalam menerima dan memutuskan suatu regulasi dan konstitusi negara yang sedang dimainkan. Suatu negara di game ini bisa dimulai dengan bentuk negara, sejarah, hingga ideologi yang dianut. Akan ada berbagai macam isu yang harus ditentukan.

Sand Balls

Sumber: Google

Sebuah permainan menata pantai dengan mengumpulkan poin-poin dari kegiatan menggali pasir. Kamu akan bermain untuk menggali pasir untuk membuka rute bola-bola kecil untuk diangkut ke dalam truk.

Cukup sederhana dan bikin ketagihan untuk terus memainkannya.

Helix Jump

Sumber: PlayStore

Siapa yang tidak tahu game sederhana dan bikin ketagihan ini? Game ini pernah ramai dimainkan banyak orang karena konsepnya yang simpel untuk mengatur jalur bola pantul supaya bisa sampai dasar.

Walaupun kesannya asik dan bikin ketagihan untuk memainkan permainan ini terus, kalau kamu sedang dalam perjalanan atau menunggu kendaraan jangan terlalu fokus ya. Nanti bisa lupa diri untuk bergegas jalan-jalan.

Hago

Sumber: PlayStore

Daripada galau karena memainkan permain offline, kamu bisa juga kok memainkan permainan online yang ramah kapasitas. Hago bisa jadi tempat kamu cari teman baru yang mungkin bisa membawamu jalan-jalan ke tempat-tempat baru.

Hago memiliki ragam macam permainan juga yang bisa membuatmu tidak mudah kebosanan dengan game yang itu-itu saja.

Ludo King

Sumber: Google

Mungkin kamu saat ini sedang melakukan perjalan dengan temanmu. Ajaklah dia bermain bersamamu dengan game di ponselmu. Kamu bisa mengajaknya bermain Ludo yang bisa dinikmati secara online maupun offline.

Di dalam aplikasinya tidak hanya Ludo, tapi juga ada Ular Tangga dengan beragam rintangan yang harus dilewati.

Sara Is Missing

Sumber: PlayStore

Buat kamu yang suka traveling ke kawasan-kawasan horor, mungkin game ini bisa menambah adrenalinmu selama traveling. Game ini menceritakan tentang sebuah ponsel yang baru saja ditemukan milik Sara.

Pemain dalam game ini, bertugas harus membalas SMS, Chat, mengangkat telepon, melihat e-mail, dan galeri dari ponsel Sara.

Banyak nuansa-nuansa horor dalam game ini, seperti jumpscare yang bisa saja tiba-tiba muncul dari ponsel kamu dan telepon dari teman Sara yang masuk.

Slither.io

Gambar: Screenshot pribadi

Game yang mengingatkan kita pada game jadul, Snake 2. Bedanya, game ini bisa online melawan ratusan orang di seluruh dunia dalam satu wadah. Kamu cukup memberi makan sebesar-besarnya pada ularmu. Tapi jangan sampai kamu dijebak oleh ular lain sehingga kamu terpaksa menabrakkan diri ketubuh ular lain, kamu akan kalah dan harus memulai lagi dari ulang.



11 Januari 2020

Melihat Jogja dari Ketinggian Hutan Pinus Pengger


Jika datang ke Jogja dan mau berkelana dari pagi untuk melihat Jogja dari ketinggian, tidak melulu harus ke Kaliurang atau lereng Gunung Merapi kok. Coba deh untuk datang ke Hutan Pinus Pengger. Tempat ini tidak jauh dari Hutan Pinus Dlingo dan Bukit Bintang. Perjalanan bisa ditempuh selama 1 jam perjalanan dari Kota Yogyakarta.

Tempat wisata suasana hutan pinus dengan lembah-lembah ini buka setiap harinya dari jam 8 pagi hingga 6 sore. Jika beruntung dan tidak mendung, kamu bisa melihat sunset di sini, karena menghadap langsung ke arah barat.

Baca: Lor, Kidul, Kulon, Wetan: Logika Navigasi Sederhana di Jogja


Pada awal Januari, saya bersama 2 teman saya, yakni Plateces (Kicay  dan Sarah) mengunjungi Hutan Pinus Pengger setelah megunjungi Kebun Buah Mangunan yang sudah ramai dari pukul 5 Pagi. Tapi karena cukup cepat kami bergegas ke Hutan Pinus Pengger, pada pukul 7 pagi, tempat tersebut belum dibuka.

Kami memutuskan untuk mengisi perut dengan sarapan di beberapa penjaja makanan di seberang Hutan Pinus Pengger.

Suasana taman jajan yang ada di dalam Hutan Pinus Pengger yang belum buka.

Nahasnya, ternyata tempat makanan tersebut juga baru persiapan buka, dan hanya tersedia beberapa makanan saja. Kondisi hujan juga memaksa kami tak bisa kemana-mana.

Setelah buka, Hutan Pinus Pengger bisa dikunjungi dengan harga parkir motor Rp2 ribu dan Rp5 ribu per orang untuk masuk.



Di dalam Hutan Pinus Pengger kami melihat ada beberapa spot cantik untuk berswafoto. Mulai dari rajutan jati hingga anjungan di tepi lembah.

Ada pula di dalamnya tempat-tempat penjual makanan yang bisa dikunjugi, dan dicoba cita rasanya. Tapi berdasarkan pantauan kami, tempat makanan tersebut baru buka sekitar pukul 10 atau 11.

jalan akses menuju tempat makan di dalam hutan pinus pengger. memiliki jalan setapak bebatuan dengan pagar kayu-kayu jati, dan dikelilingi pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang
Bagi kamu yang ingin berkunjung pada musim hujan, diharapkan membawa payung, mantel hujan (jika naik motor), dan menggunakan alas kaki yang tidak gampang licin, ya. Tidak usah pula membawa budget banyak-banyak, karena makanan di sini dan aksesnya murah.

Jika untuk mengisi bensin untuk persiapannya silahkan isi dari tempat terdekat penginapanmu atau bisa di Dlingo, Imogiri, atau Piyungan, karena tempat isi bensin sangat jauh dari sini.

Oh ya, jangan lupa ya follow akun travel Instagram rekan saya di @plateces