01 Juli 2019

MENGGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

MENGGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

Lost in Thailand? Hmmm.. awalnya perjalanan ngegembel tingkat ASEAN ini inginnya sendiri. Tapi adik saya, Ara, kemudian menginginkan untuk ikut. Dengan perintah orang tua saya supaya menerima adik saya ikut, ya tak masalah toh jarang jalan-jalan bareng adik sendiri, apa lagi backpackeran ke luar negeri.

Maka berangkatlah kami dengan pesawat terpisah (karena saya sudah memesan tiket pesawat September 2018, dan adik saya Februari 2019) ke Thailand. Saya transit dulu ke Kuala Lumpur (lebih tepatnya hanya di KLIA) selama 4 jam, sedangkan adik saya harus menunggu saya di Don Meuang karena perbedaan tiket ini.

Baca Juga: Transit Lama di KLIA? Enaknya Ngapain Ya?

Singkat cerita, saya sudah bertemu adik saya malam hari di Don Meuang, Bangkok, kemudian kami mengambil simcard Thailand di luar gerbang kedatangan. Kami sebelumnya sudah memesan simcard Thailand melalui aplikasi Klook, dan harganya lebih murah daripada beli langsung di lokasinya. Harga aslinya sekitar Rp137 ribuan, dan dengan Klook kami hanya membayar Rp73 ribu.

Penginapan kami bernama Glur Bangkok, harganya cukup murah di tiket.com, Rp191 ribu dua malam lokasinya berada di Bangrak (Deket Robinson). Supaya sampai ke sana dari Bandara Don Meuang, kami naik Shuttle Bus A2 di depan Gate 7, harganya sekitar 30 Baht per orang untuk sampai ke stasiun BTS Mo Chit.

Informasi Rute Shuttle Bus dari Don Meuang di Bangkok:
A1: Bandara Don Meuang - BTS Mo Chit - Terminal Mo Chit
A2: Bandara Don Meuang - BTS Mo Chit - BTS Saphan Kwai - BTS Ari -BTS Sanam Pao - Victory Monument.

NGEGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

Kemudian kami naik BTS seharga 44 Baht dari Mo Chit menuju Saphan Taksin, stasiun yang amat sangat dekat dengan penginapan kami. Kalau mau beli tiket BTS kamu bisa ke loket langsung untuk membeli kartu single tripnya. Jangan sungkan-sungkan bertanya petugas untuk mengetahui lane yang harus kamu ambil.
MENGGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

BTS yang kami gunakan ini harus transit sekali di Siam Station (stasiun BTS yang dekat mall Siam Center), kemudian pindah ke lane Bang Wa.

Glur Bangkok berada di depan Bangrak Bazaar, dekat dengan masjid dan sepertinya kawasan banyak Muslim, jadi cukup aman untuk cari kuliner halal.

Aktivitas Siang Hari di Bangkok


Pagi sekitar jam 7 kami melakukan perjalanan ke Wat Arun, Wat Pho dan Siam Center. Perjalanan ke sana bisa ditempuh dengan perahu menyusuri sungai Chao Phraya dari Dermaga Sathon (beberapa meter dari Saphan Taksin) ke Wat Arun dengan harga sekitar 40 Baht. Harga ini lebih murah daripada harus naik Grab yang harganya 240an Baht!

Sampai Wat Arun, kami harus membayar 50 Baht per orang, dan berfoto-fotolah kami dengan Candi Fajar tersebut. Untuk penjelasan soal apa itu Wat Arun, tidak usah fa-fi-fu yah, karena bisa kamu temukan di internet. Hehehe.


NGEGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

Dari Wat Arun kami langsung naik perahu ke Wat Pho dengan harga sekitar 10 Baht untuk menyeberang ke Wat Pho. Tapi harganya lumayan mahal untuk masuk Wat Pho, 200 Baht per orang! Saya putuskan tidak masuk deh, untuk menghemat budget.

Kami pun memutuskan berjalan kaki di sekitar pusat kerajaan Thailand menuju barat untuk melihat-lihat. Lalu melanjutkan perjalanan ke Siam Center dengan Grab untuk mencari barang-barang yang bisa di-jastip-kan.

Siam Center sebenarnya hanyalah salah satu mall di Distrik Pathum Wan, pusat bisnis Bangkok. Di sini banyak produk idaman wanita, Sephora, Victoria's Secret, dan tak jauh dari Siam Center ada Eveandboy yang isinya kebanyakan pengunjung Indonesia.

MENGGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

Nah di sini saya bergumam, Ohh ini toh toko yang bikin cewek-cewek Indonesia gila Make-Up Thailand. Ini toh biang keladinya. Jujur saja banyak wanita pecinta make-up garis keras yang minta ini-itu. Tapi kebanyakan cuma maunya doang, pas tahu harganya malah diam. *Misuh*. Untuk urusan jastip, saya serahkan kepada adik perempuan saya yang paham Make-Up.

Sedangkan saya? Saya mengadakan reuni kecil dengan seorang teman yang pernah berkunjung ke Yogyakarta saat saya masih SMA. Namanya Aom. Alangkah terkejutnya Aom saat tahu saya berada di Bangkok, dan berada di Siam Center. Ia saat ini berkuliah di Universitas Chulalongkorn yang jaraknya tidak jauh dari Siam Center. Di jam makan siangnya, saya bertemu dengannya dan bercerita seputar Bangkok, Indonesia, rencana perjalanan saya, pengalaman traveling dan pendidikan yang sedang kami tempuh.

NGEGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

Senang bertemu dengan teman lama.

Setelah urusan reuni dan jasa titip selesai, pulang lah kami ke Bangrak melalui BTS. Hingga malam pun tiba.

Malam Hari di Asiatique

MENGGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)
Ara (kanan) bersama Pak Nico dan Istrinya (tengah dan kiri)

Sebelumnya saya sudah sampaikan kalau di dekat stasiun Saphan Taksin ada dermaga perahu. Dermaga ini juga menyediakan transportasi gratis ke Asiatique setelah mentari terbenam. Kami ditemani teman ayah saya yang menjadi dosen di sini, Pak Nico.

FYI, buat kamu yang ingin ke Asiatique murah, gunakanlah BTS hingga stasiun Saphan Taksin. Dan naik perahu gratis dari pelabuhan perahu Sathorn yang hanya berapa langkah dari stasiun BTS.

MENGGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

Kami berburu kuliner di sini, dan banyak yang halal. Tidak heran, karena penjual-penjual halalnya keturunan India dan Arab. Tapi yang mengejutkan saya adalah, MEREKA BISA BAHASA INDONESIA! kaget dong. Tidak cuma rumah makan ini saja, beberapa penjual oleh-oleh, dan kosmetik di sini bisa bahasa Indonesia.

Rate harga di Asiatique terbilang murah daripada tempat-tempat perbelanjaan lain. Maka dari itu, buat kalian yang jastip sama saya dan Ara jangan heran kalau dapat harga miring dari jastip-jastip umumnya.

Cuma, untuk wisata seperti wahana-wahana yang ada harganya memang cukup mahal. Seperti bianglala atau rumah hantu harus membayar 200 Baht.

MENGGEMBEL DI THAILAND (BANGKOK)

Hingga larut malam, kami kembali ke penginapan di Bangrak untuk melanjutkan perjalanan esok hari ke Pak Chong. Karena besoknya adalah perjalanan yang paling mendebarkan karena jaraknya jauh.

Sebagai bocoran, Pak Chong adalah kota di Provinsi Nakhon Ratchasima untuk berkunjung ke Taman Nasional Khao Yai.

(Bersambung ke: Menggembel di Thailand, Part 2: Pak Chong)


Selamat jalan-jalan!