03 Juli 2019

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

(Sambungan dari: Menggembel di Thailand, Part 1: Bangkok)


Pagi yang cerah untuk melanjutkan perjalanan ke Pak Chong supaya bisa berkunjung ke Khao Yai National Park. Dari Penginapan kami langsung naik BTS dari Stasiun BTS Saphan Taksin ke Stasiun BTS Mo Chit dengan harga 44 Baht. Langsung disambung dengan bus dalam kota tujuan Terminal Bus Mo Chit (Chatuchak). Dari BTS Mo Chit menuju Terminal Mo Chit biar cepat adalah menyeberang di jembatan penyeberangan dan naik bus dalam kota nomor 3 atau 77 dengan harga sekitar 30 Baht.

Sesampainya di Terminal Mo Chit, alangkah kagetnya saya melihat terminal yang begitu besarnya. Terminal ini memiliki berbagai macam lantai dengan tujuannya yang berbeda-beda. Terminal besar ini memiliki semua bus segala jurusan seputar Asia Tenggara bagian daratan, ke Myanmar, Malaysia, Laos, Vietnam, dan Kamboja pun ada.

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Mumpung di terminal, kami makan dulu, karena belum sarapan. Karena tuntutan adik saya yang harus makan halal, kami hanya bisa mencari yang aman kehalalannya di Seven Eleven dalam terminal. Jujur saja, bagi saya makanan-makanan di Thailand rasanya asin-asem begitu.

Untuk ke Pak Chong, kamu harus ambil bagian Eastern Terminal, yang berarti terminal yang menuju bagian timur kota Bangkok, karena Pak Chong memang berada di timur Bangkok dan searah menuju Laos. Pesanlah tiket bus di loket-loket yang menuju Nakhon Ratchasima, tapi pastikan bus itu berhenti di Pak Chong, karena ada bus yang melewati Pak Chong begitu saja (seperti bus saya *spoiler). Harganya 180 Baht.

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Setelah makan dan naik bus, perjalanan di mulai dengan menempuh waktu sekitar 3 jam melewati tol.

Seperti yang saya bilang tadi, bus saya melewati Pak Chong begitu saja. Daripada tertinggal jauh, kami langsung meminta turun di pinggir tol. Sialnya awak busnya tidak bisa bahasa Inggris, saya hanya bilang "Just stop, please!" dan bus pun berhenti, kami harus berjalan kaki menuju penginapan. Tapi di dalam perjalanan kami, beruntunglah ada warung yang mau memanggilkan kami ojek sampai penginapan.

Bayangkan, WARUNG ADA DI PINGGIR TOL dan ojek bisa melewati tol!

Penginapan

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Pengipanan kami bernama Sport Bars and Resort. Penginapan ini memang sering digunakan oleh wisatawan asing seperti Australia dan Eropa. Penginapan di sini ada barnya, jadi kalau mau ngebir-ngebir tidak usah jalan jauh untuk mencari bar.

Sayangnya di sini pengurusnya gaptek, terutama dengan tulisan bahasa Inggris. Sempat terkendala, tapi cepat terselesaikan ketika pemiliknya menghubungi kami yang sebenarnya sudah memesan penginapan jauh-jauh hari.

Meskipun gaptek dan tidak bisa bahasa Inggris, pengurusnya ramah, terutama Mae (Ibu *terj) Phi Nam Nae, yang asik berbicara dengan saya meskipun harus menggunakan Google Translate. Seru!

Penginapan ini unik, bisa disebut resor ini bergaya taman untuk campground. Tersedia tenda yang bisa diinap. Kami menginap di suatu resor yang bentuknya unik. Segitiga! Tapi dalamnya hanya menggunakan kipas angin.

Tanpa basa-basi, kami cepat tidur agar besok bisa sewa motor pagi-pagi agar bisa menjelajah Khao Yai National Park.

Sewa Motor

Esok harinya kami ke tempat penyewaan motor di pusat kota Pak Chong dengan Tuk Tuk yang dipanggil oleh Mae Phi supaya mempercepat kami ke sana. Bisa di lihat di peta yang saya buat, jaraknya cukup jauh kalau jalan kaki. Maka dari itu kami harus naik Tuk Tuk. Harga Tuk Tuknya 115 Baht.

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Penyewaan motor kami bernama Taweeyon, yang berada persis satu bangunan dengan tempat pembelian motor Yamaha. Tempatnya cukup dekat berapa meter ke arah timur dari terminal bus Pak Chong.

Menyewa motor di sini cukup murah, harganya 300 Baht per harinya dengan deposit paspor yang bisa diambil saat mengembalikan motor. Tapi saat dikembalikan bensin harus diisi penuh, atau dikenakan biaya 150 Baht. Jadi kamu harus hati-hati membawa motornya.

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Untuk jalanan di Thailand kamu tidak usah khawatir, lalu lintasnya sama kok dengan Indonesia. Banyak yang putar balik sembarangan, menyeberang sembarangan, dan menggunakan sisi kiri.

Khao Yai National Park

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Tempat pertama yang kami kunjungi setelah menyewa motor adalah Primo Piazza. Bangunan yang bergaya Eropa ini memang banyak dikunjungi orang-orang. Tempatnya yang instagramable ini selalu ramai terutama di akhir pekan. Harga masuknya adalah 200 Baht per orang, dan mendapatkan voucher minum kopi atau es krim 10 Baht.

Di dalamnya memang banyak kafe-kafe dan jajanan es krim yang harganya lumayan mahal. Untuk menghemat pengeluaran kami makan di luar, dan di dalam Primo Piazza hanya untuk foto-foto saja.

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Usai dari sana kami langsung saja tarik gas menuju taman nasional. Harganya cukup mahal untuk foreigner yakin 400 Baht per orang, sedangkan harga untuk lokal cuma 40 Baht. Dalam hati sebenarnya saya agak kesel sendiri, kenapa tadi nanya harga pakai bahasa Inggris, harusnya diam saja dan mengeluarkan 80 Baht.

FYI, selama saya di Thailand, saya sering sekali dikira orang lokal.

MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Di dalam Taman Nasional Khao Yai ada banyak spot-spot untuk melihat pemandangan. Meskipun memang suasananya hutan, masih banyak warung tersedia terutama di tempat-tempat untuik melihat pemandangan. Walaupun taman nasional ini suasanya hutan, jarang sekali saya mendapatkan jalanan rusak parah, seperti taman nasional yang ada di tanah air.
MENGGEMBEL DI THAILAND 2 (BANGKOK-PAK CHONG PP)

Khao Yai National Park ini sepertinya luasnya lebih dari Pak Chong. Sebab saya berjalan hampir 80km ke dalam, dan itu belum ketemu ujungnya. Kalau dari Google Maps, lokasi taman nasional ini berada di perbatasan Nakhon Ratchasima antara Nakhon Nayok dan Prachin Buri.

Pulang dan balik ke Bangkok


Keesokan harinya setelah check out dari resort, kami mengembalikan motor pagi-pagi pada jam yang sama saat kami mengambil motor agar genap 24 jam. Tidak jauh dari tempat penyewaan motor, cukup berjalan kaki 5 menit, di sana ada terminal bus untuk ke Bangkok. Petugas di sana juga cukup bisa berbahasa Inggris, jadi jangan khawatir.

Dengan harga 146 Baht, kamu bisa menikmati perjalanan 3 jam dari Pak Chong, langsung ke Mo Chit. Sudah mendapatkan minuman dari pihak maskapai bus.

***


Selanjutnya kami di Bangkok cuma sebentar untuk urusan belanja jastip dan melanjutkan perjalanan ke Pattaya. Kami akan skip perjalanan di seputar melakukan jastip dan langsung pada perjalanan Bangkok ke Pattaya. Jadi ditunggu saja ceritanya.

(Bersambung ke: Menggembel di Thailand, Part 3: Pattaya)

Selamat liburan!