19 Juli 2019

DO'S AND DON'TS SAAT BERKUNJUNG KE THAILAND

DO'S AND DON'TS  SAAT BERKUNJUNG KE THAILAND

Thailand memiliki banyak destinasi wisata dan budaya yang harus kamu kunjungi, dari candi hingga wisata alam. Tapi ada beberapa etika yang harus kamu jaga ketika traveling ke Thailand, karena ada beberapa norma, etika, etiket, dan moral yang berlaku sebagai salah satu negara beragama Buddha terbesar di dunia. Saya merangkumnya dalam Do's and Don'ts yang harus diperhatikan saat kamu berkunjung ke Thailand.

Pelajaran berharga ini saya dapatkan dari pengalaman pribadi ketika backpackeran ke Thailand, terutama ketika asik mengobrol dengan pelayan hotel yang ramah di Pak Chong, Mae Phi Nam Nae.

Do's

1. Bila naik Tuk Tuk dan Songthaew tawarlah harganya.

Walaupun Tuk Tuk dan Songthaew adalah transportasi umum yang lebih murah daripada taxi online dan taxi konvensional, harga yang mereka berikan kepada kita bukanlah harga pas untuk menggunakan jasanya. Beberapa di antaranya mungkin mendongkrak harga. Jika kamu low budget traveler, tawarlah setegas mungkin.

Perhatikan dilema bahasa Inggris dalam teen (belasan) dan ty (puluhan). Beberapa diantaranya bisa menjebak. Saran saya kamu bisa menggunakan jebakan ini dalam tawar-menawar dengan mereka.

Contoh kasus nyata: Saat naik Tuk Tuk di Bangkok, saya ditembak harga 150 (one hundred fifty) Baht. Kemudian tawarlah menjadi 114 (one hundred fourteen) Baht, mereka akan mengira bahwa kamu hanya menurunkan harga 10 Baht (140 one hundred fourty Baht) bila kamu bisa memlesetkan penyebutannya, dan pengemudi akan deal. Agak kejam memang, tapi saya pernah dijebak dengan taktik ini juga saat naik Tuk Tuk di Pak Chong. Saat sampai ditujuan, bayarlah 114 Baht, dan kamu dengan tegas bahwa kamu mengatakan sejak tawar-menawar memang 114 (one hundreed fourteen) Baht bukan 140 (one hundred fourty) Baht.

2. Nego

Kemudian terutama yang menggunakan Tuk Tuk, setegas mungkin dalam nego tujuan tempat. Agar tidak dibawa keliling ke tempat-tempat yang tidak jelas. Traveler yang menumpang tanpa bernegosiasi biasanya akan dibawa ke tempat saudara mereka yang menjualkan merchandise dan bisa jadi kamu dipaksa membelinya.

3. Jaga sopan santun, hindari pertanyaan yang menyinggung

Sejauh manapun tempat yang kamu kunjung, jagalah akhlakmu agar bisa diterima. Sopan santun Thailand hampir sama di Indonesia yang murah senyum. Saat 'permisi' alangkah baiknya seperti melakukan 'permisi' di Indonesia, dengan cara menunduk, taruh tangan di bawah hampir menyentuh tanah. Perilaku 'permisi' ini akan dianggap terlalu sopan, tapi itu cukup bagus untuk menjaga citra kesopananmu.

Hindari pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung jika bertemu dengan warga setempat. Seperti aturan agama, atau hubungan orang. Tidak sopan, karena itu privasi dan rawan perasaan yang menyinggung.

4. Hormatilah keluarga kerajaan

Keluarga kerajaan itu sakral, sebagaimana orang Jogja menghormati sultan mereka. Jika keluarga kerajaan lewat, lakukanlah penghormatan seperti masyarakat Thailand lainnya lakukan. Jangan pernah menyinggung, merendahkan, atau melecehkan mereka. Akan menjadi permasalahan rumit yang bisa membuatmu terbuang dari sosial di Thailand.

Saya tahu, mungkin karena banyak foto-foto raja mereka dimana-mana dengan ukuran besar dan perhiasan mewah untuk bingkai atau sekitarnya. Mungkin kamu tidak setuju dengan hal ini. Tapi jika dilihat-lihat, Indonesia juga seperti itu, terutama di Jogja terhadap sultannya dan Indonesia secara umum pada era Sukarno.

5. Makanlah makanan Thailand

Makanan di Thailand seperti di Indonesia, murah, enak, dan hampir sama. Walaupun ada sedikit berbeda rasanya. Cobalah makan Tom Yum, Pad Thai, Nasi Goreng Thailand, dan sebagainya. Harganya sangat ekonomis dan bisa ditemukan dimana-mana.

6. Lepaslah sendal saat masuk bangunan

Beberapa bangunan seperti rumah (jika kamu menggunakan Airbnb untuk menginap) dan hotel harus melepaskan alas kaki seperti sendal dan sepatu saat masuk. Seperti Indonesia, di dalam ruangan harus bertelanjang kaki.

Don'ts

1. Jangan membeli patung Buddha dan kaos bergambar Buddha

Buddha adalah agama nasional Thailand yang amat dihormati. Meskipun patung dan kaos bergambar Buddha dijual oleh warganya, pemerintah Thailand memiliki pandangan negatif terhadap jual-beli barang berbau agama ini, bahkan kamu bisa dipersulit oleh bagian Bea Cukai. Ibaratnya seperti menjual-beli agama. Jadi saya sarankan JANGAN MEMBELI.

2. Jangan memotret kegiatan tentara dan kepolisian

Kamu bisa dikira mata-mata atau intelijen asing. Kamu akan memiliki urusan panjang dengan ini. Sebaiknya hindari.

3. Jangan menggunakan pakaian terbuka saat berkunjung ke tempat religi.

Tanktop, bikini, dan pakaian terbuka lainnya sangat dilarang saat memasuki tempat religi seperti Candi. Gunakanlah kaos, dan pakaian yang menutup dada. Agama Buddha sangat dihormati di sini, kamu akan dianggap menistakan agama Buddha jika kamu menggunakan pakaian terbuka saat berkunjung.

4. Jangan menunjuk

Sangat penting bagi traveler dari manapun, dari Indonesia maupun Barat yang berkunjung ke Thailand adalah jangan menunjuk sesuatu dengan telunjuk ketika menginginkan sesuatu. Itu adalah tindakan yang tidak sopan. Gunakan keempat jarimu ingin menunjuk sesuatu, atau bisa gunakan jari jempol dengan jari-jari lainnya tertelungkup.