31 Maret 2019

PANDUAN TRAVELING KE BUKIT MUNARA


Buat kamu yang tinggal di kota besar dan kota satelitnya, dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Kota Bogor. Mungkin mencari tempat libur di ketinggian adalah hal yang sulit, apalagi karena perkara waktu, dan belum kuat naik gunung.

Tidak perlu jauh-jauh dari domisili kalian, di Bogor dengan ketinggian masih rendah, Bukit Munara di daerah Rumpin, bisa jadi wisata alternatif kamu.

Hari Sabtu 30 Maret, saya ke sana dari BSD melalui Cisauk. Rutenya dipenuhi dengan truk-truk yang membawa bahan material bangunan. Jalanannya masih bagus hingga Parungpanjang, tapi ketika dari Parungpanjang menuju Rumpin, jalanannya amburadul sekali, butuh ekstra hati-hati bila berkendara.

Ketinggian berapa mdpl dan bagaimana kesananya?


Pertama kali sampai di bascamp pendakian Munara tertulis ketinggiannya adalah 367 mdpl. AWALNYA saya kira ini bukit benar-benar rendah. Ternyata eh ternyata, ketika saya sampai puncak, papannya tertulis 1119 mdpl! Sebuah penipuan ketinggian, saudara-saudara.

Kalau kamu mau cari Bukit Munara di Google Maps, carilah keyword "Basecamp Gunung Munara". Kalau memasang keyword tanpa ada kata 'basecampnya', kamu bakal diarahkan langsung menuju puncaknya, tapi di navigation diarahkan ke tambang pasir yang banyak truk dan trontonnya.

Ketika sampai di bascamp, kamu akan ditagih Rp15 ribu untuk retribusi, plus Rp5 ribu untuk parkir (motor).

Pendakian


Jeleknya dari bukit Munara tidak ada papan pemandu untuk menjaga pendaki tidak tersesat. Beberapa kali saya melihat, pendaki lain berjalan melalui jalan setapak kecil yang tertutupi ilalang atau di tengah-tengah hutan. Salah satunya saya melihat pasangan muda-mudi salah jalan, antara mereka mau 'mojok' atau bagaimana, saya tidak tahu. Yang jelas 'mojok' di hutan itu. apa ya enggak gatel mas, mbak?

Kalau tidak mau tersesat, ikutilah jalan berstapak yang jelas, dan tracknya pasti melalui warung-warung di sepanjang jalan dan kamu bisa bertanya di sana supaya tidak tersesat.

Tapi yang jadi masalahnya ketika turun, semuanya menjadi nyaru. Jalanan yang kamu lewati ternyata tertutup rerumputan juga sebenarnya dari angle orang-orang yang turun.

Saya sendiri turun mengikuti track yang setapak besar tapi tembusnya ke perkebunan di persawahan warga. Walhasil untuk kembali ke basecamp saya harus berjalan jauh lagi agak muter sekitar 2-3 km.


Selain warung-warung, ada situs kramat juga lho. Situs pentilasan Maulana Hasanudin dari kesultanan Banten. Berada dalam gua batu, terdapat prasasti nama saja. Tapi hati-hati lho kadang ada pungli yang minta uang dengan dalih sumbangan.

Saran: Kalau ada pungli, bicaralah pakai bahasa Sunda dengan template seperti ini "Urang di dieu, A'. Saudarana / Ponakanna si *Insert Sundanese name here*"

Summit (Puncak)


Puncak Bukit Munara terdapat warung 24 jam. Jadi buat kamu yang berkemah kehabisan logistik jangan khawatir karena ada warung yang akan membantu mengenyangkan perut Anda. Perlu dicatat, warung ini buka 24 jam hanya pada Sabtu-Minggu saja, sedangkan hari-hari biasa buka dari jam 8 hingga jam 6 sore.

Untuk berkemah, puncak ini tidak berkapasitas besar. Muat untuk 4-5 tenda. Karena ketinggian 1119mdpl, masih banyak nyamuk berkeliaran di sini. Di sarankan membawa obat lulut anti nyamuk. Kalau mau tidur dan cuaca mendukung, tidurlah di luar, bawalah hammock. Sebab kalau dalam tenda terlalu panas, dan di luar cuacanya sejuk. Tapi namanya juga Bogor, rawan hujan, siapkanlah terpal untuk tendamu.

View puncak di sana bagus, kalau tidak mendung atau hujan. Karena beresiko terutup kabut.

***

Oke, itulah panduan untuk kamu yang traveling ke Bukit Munara. Ingat! Jagalah keselamatan, dan cintai langkungan.

Jangan buang sampah, terutama botol plastik, sembarangan!