03 Februari 2019

GAMBARAN BEKERJA DI PERUSAHAAN MEDIA DARI FILM DEVIL WEARS PRADA

devil wears prada resensi untuk calon pemimpin di media

Devil Wears Prada, sebuah film drama-komedi yang rilis 2006 berasal dari novel yang berjudul sama, dengan Bahasa Indonesianya Bos Paling Kejam Sedunia. Film menggambarkan tentang bagaimana perusahaan media bernama Runway dijalankan dengan kepemimpinan yang rapih. Dengan Pemimpin Redaksinya Miranda Priestly (Merryl Streep) perusahaan tersebut menjadi kiblat fashion hidup bagi kebanyakan wanita.

Miranda Priestly si Pemimpin Redaksi dalam film ini digambarkan sangat kejam terhadap seluruh pegawainya, terutama kepada asisten-asistennya, Emily Charlton (Emily Blunt) dan Andrea Sachs (Anne Hathaway). Begitu perfeksionis dan profesionalnya Miranda pada pekerjaannya, sehingga menuntu semua bawahannya harus siaga, dan cepat dalam pekerjannya. Membuat pandangan tentang pekerjaan di perusahaan pers, terutama pada bidang fashion.


Saking makin membesarnya nama Runway dan nama Miranda, pandangan dari Miranda mengenai penilaian fashion dan opininya menjadi sangat penting. Bisa dilihat dari bagaimana tangapan Miranda sangat membuat seseorang fashion designer terkenal membutuhkan pandangannya untuk desain terbarunya yang akan dirilis.

Selain itu juga koneksi adalah hal terpenting bagi pemimpin redaksi. Hal tersebut penting, mengingat perusahaan media harus memiliki banyak kenalan untuk meningkatkan jaringan kerja antar perusahaan, dan memiliki kemudaan untuk jurnalisnya mencari narasumber. 

Sayangnya, karena jiwa profesionalitas tinggi pada Miranda membuatnya tak memiliki waktu untuk bersama keluarga. Baginya pekerjaannya adalah segalanya, terutama membawa nama perusahaan media yang besar. Kehidupan profesionalnya membuat dirinya begitu keras terhadap pekerjaannya, dan kurang dekatnya dengan keluarganya sendiri. Wajar bila dirinya begitu keras kepada anak buahnya, sampai dikatakan menjadi bos paling kejam sedunia.


Karena atasannya yang memiliki karakteristik demikian, Andrea Sachs, asistennya yang baru tersebut sering kena damprat darinya. Alasannya pekerjaannya yang kurang begitu becus sebagai asisten Miranda.

Andrea Sachs atau biasa dipanggil Andy sendiri, adalah asisten baru untuk Miranda yang baru lulus dari universitas jurusan jurnalistik. Setiap pekerjaannya adalah mengatur jadwal, menghubungi klien, bahkan mengurusi urusan pribadi Pemimpin Redaksinya. Tapi Andy sendiri harus berjuang untuk mendapatkan pandangan baik oleh atasannya tersebut.


Tapi di kemudian hari, pekerjaannya dianggap baik oleh Miranda. Tapi di sisi lain, Andy berubah kepribadiannya untuk keluarganya, teman-temannya, bahkan pacaranya, Nate (Adrian Grenier). Bukan sepenuhnya salah dirinya juga, pekerjaan yang menuntutnya secara tidak langsung untuk seperti itu. Bisa dilihat pada awalnya, Andy punya waktu bersama teman-teman dan keluarganya, Tapi pada saat-saat tersebut, ada saja pekerjaan yang harus dilakoninya sebagai asisten pemred.

Penggambaran bekerja di media tidak semenyenangkan yang dipikirkan, terutama media fashion. Meskipun bisa keliling dunia dengan mudah, tapi bukanlah bertujuan untuk senang untuk mengikuti pesta-pesta pameran fashion atau hal lainnya. Pekerja media harus profesional untuk tetap melakukan pekerjaannya untuk membuat berita dan konten untuk disajikan ke konsumennya.


Untuk keseluruhan, film ini menarik untuk ditonton. Film Devil Wears Prada ini menyajikan bagaimana bagian internal dari suatu perusahaan media agar tetap eksis dan menjaga citranya sebagai kiblat fashion di kalangan wanita. Semua orang yang bekerja pada suatu media yang bersegmen, haruslah paham dan handal pada segmen tersebut agar kredibilitas perusahaan pada pasarnya bisa dipercaya.